PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN DI INDONESIA
Dari segi
perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah konsep perencanaan
pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena iyulah APBN selalu disususn
setiap tahun.
Maka secara gari besar APBN terdiri dari pos – pos seperti dibawah ini :
• Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan
pembangunan
• Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan
pengeluaran pembangunan
APBN disusun agar pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan
memperhatikan prinsip berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu diperhatikan
mengingat tabungan pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam
negeri dengan pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kbutuhan biaya
pembangunan di Indonesia.
Definisi anggaran :
Anggaran merupakan sejumlah uang yang dihabiskan
dalam periode tertentu untuk melaksanakan suatu program. Tidak ada satu
perusahaan pun yang memiliki anggaran yang tidak terbatas, sehingga proses
penyusunan anggaran menjadi hal penting dalam sebuah proses perencanan.
Proses penyusunan anggaran di bagi menjadi 2
,yakni dari atas ke bawah,dan dari bawah ke atas.
Dari atas ke bawah
Merupakan proses penyusunan anggaran tanpa penentuan tujuan
sebelumnya dan tidak berlandaskan teori yang jelas. Proses penyusunan anggaran
dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari
pihak atasan kepada para karyawannya agar menggunakan uang yang diberikan
tersebut untuk menjalankan sebuah program.
Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas
ke bawah :
1. Metode kemampuan adalah metode dimana
perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan
produksi tanpa mepertimbangkan efek pengeluaran tersebut.
2. Metode pembagian semena-mena merupakan proses
pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya. Metode
ini tidak berdasar pada teori, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan tidak
membuat konsep pendistribusian anggaran dengan baik.
3. Metode persentase penjualan menggambarkan
efek yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan
persentase peningkatan penjualan di lapangan. Metode ini mendasarkan pada dua
hal, yaitu presentase penjualan dan sejumlah pengembalian yang diterima dari
aktivitas periklanan dan promosi yang dilakukan.
4. Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada
perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya. Tiap perusahaan akan
berusaha untuk melakukan promosi yang lebih baik dari para pesaingnya dengan
tujuan untuk menguasai pangsa pasar
5. Pengembalian investasi (Return of investment)
merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait
dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi
lainnya. Sesuai dengan arti katanya, investasi berarti penanaman modal dengan
harapan akan adanya pengembalian modal suatu hari.
Dari bawah ke atas
Merupakan proses penyusunan anggaran berdasarkan
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan anggaran ditentukan belakangan
setelah tujuan selesai disusun.Proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas
merupakan komunikasi strategis antara tujuan dengan anggaran.
Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan
anggaran dari bawah ke atas, yakni :
1. Metode tujuan dan tugas (Objective and task
method) dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun
secara beriringan. Terdapat 3 langkah yang ditempuh dalam langkah ini, yakni
penentuan tujuan, penentuan strategi dan tugas yang harus dikerjakan, dan
perkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk mencapai tugas dan strategi tersebut.
2. Metode pengembalian berkala (Payout planning)
menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima setelah waktu
tertentu.Selama tahun pertama, perusahaan akan mengalami rugi dikarenakan biaya
promosi dan iklan masih melebihi keuntungan yang diterima dari hasil penjualan,
Pada tahun kedua, perusahaan akan mencapai titik impas (break even point)
antara biaya promosi dengan keuntungan yang diterima. Setelah memasuki tahun
ketiga, barulah perusahaan akan menerima keuntungan penjualan. Strategi ini
hasilnya dirasakan dalam jangka panjang
3. Metode perhitungan kuantitatif (Quantitative
models) menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang
dimasukkan dalam komputer dengan teknik analisis regresi berganda (multiple
regression analysis). Metode ini jarang digunakan karena kompleks dalam
pemakaiannya.
Perkiraan
Penerimaan Negara
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),
adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi
daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran
negara selama satu tahun anggaran. APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban
APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
Secara keseluruhan sumber penerimaan negara bersumber dari :
1. Penerimaan
dalan negeri, yang terdiri dari;
Penerimaan Perjakan
pajak penghasilan (minyak dan gas, non minyak dan gas)
pajak pertambahan nilai
pajak bumi dan bangunan
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangun (BPHTB)
Pajak Lainnya
Pajak Perdagangan Internasional
Bea Masuk
Pajak/Pengutan Ekspor
Penerimaan Bukan Pajak
Penerimaan Sumber Daya Alam (minyak bumi, gas alam, pertambangan
umum, kehutanan, perikanan)
Bagian Laba BUMN
PNPB Lainnya
2. Penerimaan
luar negeri
Penerimaan dari luar negeri dapat dihasilkan dari investasi atau
modal proyek ataupun pinjaman keluar negeri. Bisa juga didapatkan dari ekspor
barang ataupun dari visa para tourist yang datang ke Indonesia.
Perkiraan
Pengeluaran Negara
Secara garis
besar,pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi dua yakni.
1.
Pengeluaran Rutin Negara
Pengeluaran rutin Negara
adalah pengeluaran yang dapat dikatakan selalu ada dan telah terencana
sebelumnya secara rutin,diantaranya:
Pengeluaran untuk belanja
pegawai
Pengeluaran untuk belanja
barang
Pengeluaran untuk subsidi
daerah otonom
Pengeluaran untuk membayar
bunga dan cicilan hutang
Pengeluaran lain lain
2.
Pengeluaran pembangunan
Secara garis besar,yang
termasuk dalam pengeluaran pembangunan diantaranya adalah:
Pengeluaran pembangunan
untuk berbagai departemen/lembaga Negara,diantaranya untuk membiayai
proyek-proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab masing-masing
departemen/lembaga Negara bersangkutan.
Pengeluaran
pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah( Dati I dan II )
Pengeluaran pembangunan
lainnya
DASAR
PERHITUNGAN PERKIRAAN PENDAPATAN NEGARA
1. Produk Domestik Bruto
PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua
barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu
tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena
memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara
tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa
memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi
dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi
yang digunakan.
PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga
Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Sedangkan
PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB
nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga.
PDB dapat dihitung dengan memakai dua
pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum
untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:
PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran
pemerintah + ekspor – impor
Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang
dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran
pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.
Sementara pendekatan pendapatan menghitung
pendapatan yang diterima faktor produksi:
PDB = sewa + upah + bunga + laba
Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor
produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik
modal, dan laba untuk pengusaha.
Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran
dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek
menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering
digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.
2. Produk Domestik
Regional Bruto
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan
data statistik yang merangkum perolehan nilai tambah dari seluruh kegiatan
ekonomi di suatu wilayah pada satu periode tertentu. PDRB dihitung dalam dua
cara, yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. Dalam
menghitung PDRB atas dasar harga berlaku menggunakan harga barang dan jasa
tahun berjalan, sedangkan pada PDRB atas dasar harga konstan menggunakan harga
pada suatu tahun tertentu (tahun dasar). Penghitungan PDRB saat ini menggunakan
tahun 2000 sebagai tahun dasar. Penggunaan tahun dasar ini ditetapkan secara
nasional.
Peroduk Domestik Bruto sebagai salah saru
indicator ekonomi memuat berbagai instrument ekonomi yang di dalmnya terlihat
jelas keadaan makro ekonomi suatu daerah dengan pertumbuhan ekonominya, income
perkapita dan berbagai instrument ekonomi lainnya. Dimana dengan adanya
data-data tersebut akan sangan membantu pengambil kebijaksanaan dalam
perencanaan dan evaluasi sehingga pembangunan tidak salah arah.
Angka PDRB sangat diperlukan dan perlu
disajikan, karena selain dapat dipakai sebagai bahan analisa perencanaan
pembangunan juga merupakan barometer untuk mengukur hasil-hasil pembangunan
yang telah dilaksanakan. PDRB dapat didefinisikan berdasarkan tiga pendekatan
yaitu :
a. Pendekatan Produksi (Production Approach)
PDRB adalah jumlah nilai tambah bruto (NTB) yang
tercipta sebagai hasil proses produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh
berbagai unit produksi dalam suatu wilayah/region pada suatu jangka waktu
tertentu, biasanya setahun.
b. Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
PDRB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh
faktor faktor produksi yang ikut di dalam proses produksi di suatu
wilayah/region pada jangka waktu tertentu (biasanya setahun). Balas jasa faktor
produksi tersebut adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan
keuntungan. Termasuk sebagai Komponen penyusun PDRB adalah penyusutan barang
modal tetap dan pajak tidak langsung neto. Jumlah semua komponen pendapatan ini
per sektor disebut sebagainilai tambah bruto sektoral. PDRB merupakan jumlah
dari nilai tambah bruto seluruh sektor (lapangan usaha).
c. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
PDRB adalah jumlah semua pengeluaran untuk
konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari untung, konsumsi
pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan inventori, dan
ekspor neto di suatu wilayah/region pada suatu periode (biasanya setahun). Yang
dimaksud dengan Ekspor netto adalah ekspor dikurangi impor.
3. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan
yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari
penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu
tahun.
Konsep pendapatan nasional pertama kali
dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir
pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya,
ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya
hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh
para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi
bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut
mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk
Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan
jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut
harga pasar pada suatu negara.