Review Jurnal Ekonomi Koperasi  3 (3)




Review
KONSEP ENTITAS DALAM PENCATATAN AKUNTANSI
KREDIT PROGRAM PADA KOPERASI DAN LEMBAGA
KEUANGAN MIKRO

Abdul Wahid Oesman
(Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda)
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266 http://www.karyailmiah.polnes.ac.id



3. KESIMPULAN

Konsep entitas merupakan konsep yang penting dalam penyelenggaraan akuntansi, konsep ini menyatakan bahwa antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha yang lain atau dengan pemiliknya harus terdapat garis pemisah yang tegas, hal ini berarti kejadian keuangan yang menyangkut suatu kesatuan usaha lain atau dengan pemiliknya, dan sebaliknya. Dalam hal penyaluran kredit program
kepada koperasi dan lembaga keuangan mikro, dalam mengelola dana tersebut Koperasi dan lembaga keuangan mikro harus melakukan pencatatan secara terpisah dengan dana dari usaha yang sudah dijalani. Dengan konsep entitas ini maka monitoring produktivitas dari perkembangan dana akan dapat terkontrol dengan baik selain itu pula apabila konsep entitas tidak dijalankan maka laporan keuangan menjadi kacau, karena apa yang tercantum dalam laporan keuangan koperasi dan lembaga keuangan mikro mungkin dimasuki kejadian-kejadian keuangan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan dana
tersebut.



Nama : Senda Rusgiana

Npm   : 26211667
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Review Jurnal Ekonomi Koperasi  3 (2)



Review
KONSEP ENTITAS DALAM PENCATATAN AKUNTANSI
KREDIT PROGRAM PADA KOPERASI DAN LEMBAGA
KEUANGAN MIKRO

Abdul Wahid Oesman
(Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda)
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266 http://www.karyailmiah.polnes.ac.id



2.KONSEP ENTITAS
Rosjidi (1999:7) menjelaskan makna atau rumusan definisi akuntansi sangat bervariasi dan berkembang sesuai dengan perkembangan jamannya, ada tiga pengertian akuntansi yang dianggap bisa mewakilinya yaitu sebagai berikut:
1. Akuntansi adalah seni (art) pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran dengan cara yang berarti atas semua transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan serta penanfsiran hasil-hasilnya.
2. Akuntansi adalah aktivitas jasa (service activity) yang fungsinya menyediakan informasi terutama yang bersifat kuantitatif dari suatu entitas ekonomi yang berguna sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi.
3. Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan (body of knowledge) serta fungsi organisasi yang secara sistematik, original dan otentik mencatat, mengklarifikasikan, memproses, mengikhtisarkan, menganalisis, menginterpretasikan seluruh transaksi dan kejadian serta karakter keuangan yang terjadi
dalam operasi entitas akuntansi dalam rangka menyedikan informasi yang berarti dan dependable yang dibutuhkan oleh manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.



Nama : Senda Rusgiana
Npm   : 26211667




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Review Jurnal Ekonomi Koperasi  3 (1)


Review
KONSEP ENTITAS DALAM PENCATATAN AKUNTANSI
KREDIT PROGRAM PADA KOPERASI DAN LEMBAGA
KEUANGAN MIKRO

Abdul Wahid Oesman
(Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda)
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266 http://www.karyailmiah.polnes.ac.id


Abstrak
Konsep entitas (kesatuan usaha) merupakan konsep yang paling mendasar dalam
akuntansi. Konsep ini menegaskan bahwa kesatuan usaha akuntansi adalah suatu organisasi
atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri terpisah dari organisasi lain atau individu lain,
ditinjau dari segi akuntansi antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha yang
lain atau dengan pemiliknya terdapat garis pemisah yang tegas. Dalam penyaluran dana kredit
program kepada koperasi dan lembaga keuangan mikro, dana tersebut ternyata tidak
dilaporkan secara terpisah oleh koperasi dan lembaga keuangan mikro dengan dana yang
dimiliki oleh mereka sendiri, hal ini mengindikasikan pemahaman yang kurang terhadap konsep
entitas (kesatuan usaha) tersebut. Dengan konsep entitas ini sebenarnya monitoring
perkembangan dana kredit program dapat dilakukan dengan baik selain itu dengan konsep
entitas ini koperasi dan lembaga keuangan mikro dapat dengan mudah membaca laporan
keuangannya.
Kata kunci : Konsep Entitas, Kredit Program, Koperasi, Lembaga Keuangan Mikro

1.PENDAHULUAN

Pengalaman telah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang diserahkan kepada kelompok tertentu pada orde baru tidak membawa pada kesejahteraan bersama. Pemerintahan pada waktu itu terlalu berharap bahwa konglemerat dapat diandalkan sebagai mesin pertumbuhan dan pemerataan ekonomi secara nasional. Tetapi harapan itu berubah arah ketika kelompok bentukan orde baru tersebut membawa rakyat pada krisis ekonomi yang berkepanjangan.
Kebijakan pertumbuhan ekonomi nasional pada masa lalu menguntungkan golongan kecil dalam hal ini adalah konglomerat dan merugikan kelompok mayoritas dalam hal ini adalah kelompok usaha kecil dan menengah.
Apapun yang terjadi semua pihak memiliki hak yang sama untuk hidup lebih baik, apalagi masyarakat kelompok mayoritas yang menduduki peringkat paling besar seharusnya sangatlah wajar dari segi keadilan untuk mendapat bantuan, karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, dengan penyediaan dan fasilitas dari pemerintah seharusnya mereka dapat berkembang sehingga
akan meningkatkan ekonomi secara nasional (Soeharto, 2001).
Konglomerat terbukti tidak dapat membayar utangnya padahal uang yang dipinjamnya adalah uang negara yang dipinjam oleh bank. Situasi ini sempat membuat goncangan ekonomi nasional. Di sisi lain mereka bahkanmemperoleh berbagai kemudahan bisnis dan kalau kita mau jujur sebenarnya mereka bisa jalan tanpa diberi kemudahan dan fasilitas oleh negara. Fakta juga telah menunjukkan bahwa
usaha kecil dan menengah terbukti mampu bertahan dalam krisis, usaha kecil dan menengah
tetap eksis melakukan usahanya, usaha berskala besar pada saat itu harus melakukan efisiensi di sana sini termasuk dengan melakukan rasionalisasi tenaga kerja bahkan ketika tidak mampu lagi bertahan harus menutup usahanya.



Nama : Senda Rusgiana

Npm   : 26211667



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS


Review Jurnal Ekonomi Koperasi  2 (3)



Review
ANALISIS PSAK NO. 27 TENTANG AKUNTANSI PERKOPERASIAN DAN
PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN USAHA PADA KPRI

Muhammad Khafid,* dkk.
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Gedung C6, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia 50229
JDA (Jurnal Dinamika Akuntansi) Vol. 2, No. 1, Maret 2010, 37-45  http://journal.unnes.ac.id/index.php/jda

3. Penutup

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: KPRI di Kota Semarang termasuk dalam kategori cukup dalam hal kepatuhan penerapan PSAK No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian. Penerapan PSAK No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian berpengaruh positif terhadap pertumbuhan volume usaha secara signifikan. Penerapan PSAK No. 27 tentang Akun­tansi Perkoperasian tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan kekayaan bersih. Penerapan PSAK No. 27 tentang Akuntansi Perkoperasian berpengaruh positif terhadap pertum­buhan sisa hasil usaha secara signifikan.
Berdasarkan simpulan di atas, saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: Pemerintah Kota melalui dinas terkait perlu upaya untuk meningkatkan kesadaran kepada para pengurus/manajer KPRI di Kota Semarang dalam hal kepatuhan penerapan PSAK 27 tentang Akuntansi Perkoperasian. Upaya ini dapat dilakukan dengan pembinaan pembinaan secara kon­tinyu dan konsisten. Pemerintah Kota juga bisa menghimbau kepada para bank bank kreditur koperasi agar hanya mau melayani koperasi yang telah menyusun laporan keuangan secara benar sesuai dengan PSAK Nomor 27. Kepada para anggota KPRI di Kota Semarang disarankan pada saat Rapat Anggota Tahunan hanya mau menyetujui laporan keuangan yang disampaikan oleh pengurus yang telah sesuai dengan PSAK Nomor 27. Hal ini agar dapat menjadi pemacu para pengurus dan manajer untuk senantiasa berupaya meningkatkan kepatuhan terhadap penerapan PSAK Nomor 27. Kepada para peneliti yang akan datang disarankan untuk dapat meneliti faktor faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat kepatuhan penerapan PSAK Nomor 27 bagi KPRI di Kota Semarang pada khususnya dan koperasi pada umumnya.




Nama : Senda Rusgiana

Npm   : 26211667
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2014 Senda's Blog
Allah Be With Me designed by Senda Rusgiana
Powered by PsP
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver